KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) menggelar Festival Seni Budaya dan Olahraga (FeSBuO) 2026 yang meriah pada akhir pekan ini, menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional hingga modern serta kompetisi olahraga yang melibatkan mahasiswa dari seluruh program studi. Acara yang berlangsung mulai 28–31 Maret 2026 di Lapangan Olahraga Terpadu Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi akademik di luar kelas dan memperkuat kohesi antarfakultas.
Antusiasme Tinggi dari Mahasiswa
Dengan lebih dari 2.000 mahasiswa yang terlibat baik sebagai peserta maupun penonton, FeSBuO 2026 menampilkan spektrum kegiatan yang beragam. Mulai dari pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara seperti tari Lumense dan tari Balumpa, hingga pertunjukan band lokal dan kompetisi esports yang menarik perhatian generasi milenial. Panitia penyelenggara juga mempersiapkan berbagai cabang olahraga mulai dari sepak bola, bola voli, badminton, hingga pencak silat yang dibuka untuk semua mahasiswa tanpa memandang latar belakang keahlian olahraga mereka.
“Kami sangat antusias menyambut kegiatan ini karena ini adalah momentum terbaik untuk menunjukkan kemampuan kami di luar akademis. Saya sendiri ikut dalam pertunjukan band rock dan sangat bersemangat,” ujar Ricky Pratama, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Informatika, Rabu (26/3/2026) saat acara latihan bersama di halaman rektorat.
Selain itu, festival ini juga menyediakan kategori seni rupa dengan pameran lukisan, patung, dan karya digital yang dibuat oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik, Pendidikan dan Ilmu Sosial. Pameran berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan terbuka untuk umum setiap hari selama festival berlangsung.
Komitmen Universitas terhadap Pengembangan Soft Skills
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Baso Puno, M.Si., menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademis dan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter mahasiswa. Dalam acara pembukaan FeSBuO 2026 pada Jumat (28/3/2026) sore, Rektor Puno menyampaikan pidato yang menggarisbawahi komitmen universitas terhadap pengembangan holistik mahasiswa.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas bukan hanya diukur dari nilai akademisnya, tetapi juga dari kemampuannya dalam berkolaborasi, berinovasi, dan menunjukkan kepemimpinan. Festival Seni Budaya dan Olahraga ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk memberikan ruang kepada mahasiswa mengembangkan potensi mereka,” kata Prof. Puno dalam sambutan pembukaan yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kegiatan semacam ini juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kemampuan sosial yang tinggi.
Peran Lembaga Mahasiswa dalam Penyelenggaraan
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Syukri Hamid, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa lainnya yang telah bekerja keras dalam menyiapkan festival ini. Dalam wawancara khusus dengan Unit Berita Kampus pada Senin (30/3/2026), Wakil Rektor Hamid mengungkapkan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi yang matang antara pihak universitas dan mahasiswa.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. BEM, dengan didukung oleh organisasi-organisasi kampus lainnya, telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam merencanakan dan melaksanakan festival ini. Mereka terbukti mampu mengelola sumber daya dan mengorganisir ribuan peserta dengan baik,” ungkap Dr. Hamid.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari 2025/2026, Muhammad Irfan Pratama, menambahkan bahwa persiapan festival ini memakan waktu selama tiga bulan dengan melibatkan kurang lebih 150 mahasiswa sebagai panitia inti.
“Kami sangat bersyukur dapat mendapat dukungan penuh dari pihak rektorat dan berbagai fasilitas kampus untuk menjalankan acara sebesar ini. Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan dedikasi mereka. Kami juga berharap festival ini dapat menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nantikan oleh seluruh civitas akademika,” kata Irfan dalam diskusi kelompok bersama Unit Berita Kampus pada hari Sabtu (29/3/2026).
Berbagai Pertunjukan dan Kompetisi yang Memukau
Salah satu puncak dari festival adalah pertunjukan seni budaya yang menampilkan kekayaan tradisional Sulawesi Tenggara. Mahasiswa dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial menampilkan berbagai tarian tradisional yang dipadukan dengan elemen modern, menciptakan sebuah pertunjukan yang menawan bagi penonton.
“Kami mencoba untuk menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan sentuhan kontemporer agar pertunjukan kami tetap relevan bagi generasi saat ini,” jelas Nur Aini, mahasiswa semester 6 Program Studi Seni Rupa dan Desain, yang memimpin tim penyusun koreografi tarian Lumense modern.
Sementara itu, di bidang olahraga, kompetisi sepak bola menjadi salah satu yang paling ditunggu-tunggu, dengan 16 tim dari berbagai program studi bersaing untuk meraih juara. Turnamen ini juga diikuti oleh mahasiswa perempuan dengan adanya kategori khusus futsal putri yang tidak kalah seru dari kategori putra.
Kepala Unit Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Ahmad Suryanto, M.Pd., menyatakan bahwa pertumbuhan minat mahasiswa terhadap olahraga menunjukkan tren positif.
“Setiap tahun kami melihat peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan olahraga. Ini mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya gaya hidup sehat dan pentingnya teamwork. Kami juga telah mengidentifikasi beberapa atlet berbakat yang berpotensi untuk mewakili universitas dalam kompetisi tingkat regional bahkan nasional,” ujar Drs. Suryanto.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Para ahli psikologi pendidikan menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti festival seni budaya dan olahraga memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kepribadian dan kemampuan sosial mereka. Dalam konteks ini, festival yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter mahasiswa.
Konselor Akademik Fakultas Teknik, Siti Nurhaliza, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu mahasiswa mengembangkan resiliensi, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi yang lebih baik.
“Mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas ekstrakurikuler cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik, tingkat stres yang lebih rendah, dan hubungan sosial yang lebih sehat. Festival seperti ini memberikan wadah yang sempurna untuk pengembangan holistik mereka,” kata Siti dalam konsultasi dengan Unit Berita Kampus.
Apresiasi dari Masyarakat Lokal
Festival ini juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat Kendari. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata turut memberikan dukungan dalam bentuk promosi dan koordinasi keamanan acara. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Kendari, Hendra Wijaya, S.E., menyatakan bahwa kegiatan mahasiswa seperti ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki generasi muda Kendari.
“Kami sangat mendukung inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menyelenggarakan festival ini. Ini adalah salah satu cara untuk mengembangkan potensi generasi muda dan sekaligus mempromosikan kearifan lokal Sulawesi Tenggara kepada audiens yang lebih luas,” kata Hendra dalam kesempatan acara pembukaan festival.
Penutup: Investasi dalam Masa Depan
Festival Seni Budaya dan Olahraga 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari bukan sekadar acara hiburan sesaat, melainkan sebuah investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi dalam perencanaan dan pelaksanaan, universitas telah menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik yang melampaui batasan ruang kuliah.
Melalui festival ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu bersaing dalam aspek akademis, tetapi juga dalam mengeksplorasi bakat dan kreativitas mereka. Semangat kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang ditunjukkan selama persiapan dan pelaksanaan festival mencerminkan kualitas mahasiswa yang diharapkan oleh universitas dan industri.
Ke depannya, diharapkan festival ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari dan masyarakat luas. Dengan terus memberikan dukungan dan fasilitasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Festival Seni Budaya dan Olahraga 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari secara nyata menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas adalah proses holistik yang memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, baik institusi, mahasiswa, maupun masyarakat sekitar.
—
Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
31 Maret 2026