Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan masyarakat Sulawesi Tenggara dengan meraih prestasi gemilang di ajang kompetisi tingkat nasional. Mahasiswa program studi Teknik Informatika, Rino Pratama Wijaya (22 tahun), berhasil menjadi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada Senin, 14 April 2026 lalu.
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa. Rino berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dengan proyeknya yang berjudul “SmartAgri: Sistem Manajemen Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Produktivitas Petani Lokal.”
Proyek inovatif Rino dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan pertanian di daerah-daerah tertinggal, khususnya di Sulawesi Tenggara. Sistem ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan analitik data untuk membantu petani memprediksi hasil panen, mengelola irigasi secara efisien, dan mengoptimalkan penggunaan pupuk. Dalam fase pengujian di beberapa desa di Kabupaten Kendari, sistem ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian hingga 35 persen.
“Saya sangat bersyukur dapat meraih juara pertama dalam kompetisi bergengsi ini. Ini bukan hanya prestasi pribadi saya, tetapi juga prestasi bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” ungkap Rino Pratama Wijaya saat diwawancarai di kantor Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu, 17 April 2026.
Rino menambahkan bahwa proses pengembangan proyek SmartAgri memerlukan dedikasi dan kerja keras selama lebih dari delapan bulan. Dia didampingi oleh dua pembimbing akademik dari Universitas Muhammadiyah Kendari, yakni Dr. Ir. Hendra Kusuma, M.Sc., dan Drs. Ahmad Syaiful Bahri, M.T., yang memberikan bimbingan intensif di setiap tahap pengembangan proyek.
“Perjalanan ini penuh dengan tantangan. Saya harus mempelajari berbagai algoritma machine learning, mengumpulkan data dari lapangan, dan melakukan iterasi berkali-kali untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dukungan dari dosen pembimbing dan tim riset di kampus sangat membantu saya melewati setiap fase pengembangan,” jelas Rino lebih lanjut.
Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 merupakan ajang bergengsi yang mengundang mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia untuk menampilkan inovasi teknologi mereka. Ajang ini bertujuan mengidentifikasi talenta-talenta muda yang mampu menciptakan solusi teknologi untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat. Peserta dari berbagai universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan universitas-universitas lainnya turut bersaing dalam ajang ini.
Dalam babak final, Rino harus mempresentasikan proyek SmartAgri-nya di hadapan dewan juri yang terdiri dari para ahli teknologi, akademisi terkemuka, dan wakil-wakil dari industri teknologi nasional. Presentasi yang disertai dengan demo langsung sistem SmartAgri berhasil memukau para juri dan menghasilkan peringkat tertinggi di antara sepuluh proyek finalis lainnya.
“Juri sangat tertarik dengan aspek aplikabilitas dan dampak sosial dari proyek Rino. Sistem SmartAgri tidak hanya inovatif dari segi teknologi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas dan memberikan manfaat langsung kepada petani-petani lokal,” ujar salah satu anggota juri dalam catatan resmi kompetisi yang diterima oleh Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
Apresiasi dari Pimpinan Universitas
Pencapaian Rino mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Andi Halifah Syaiful, M.Sc., menyatakan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa tersebut dalam acara apresiasi yang diadakan di Gedung Rektorat, Rabu, 17 April 2026.
“Pencapaian Rino Pratama Wijaya adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki mahasiswa-mahasiswa berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di kampus kami,” kata Prof. Andi Halifah dalam sambutannya.
Rektor selanjutnya menekankan pentingnya dukungan institusional terhadap mahasiswa yang memiliki potensi tinggi untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan inovasi. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus memberikan fasilitas, pendanaan, dan bimbingan akademik yang memadai bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, mahasiswa kita dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan,” tambahnya.
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Drs. Muhammad Rifa’i, M.Pd., juga menambahkan bahwa prestasi Rino mencerminkan efektivitas program pengembangan kompetensi mahasiswa yang telah dijalankan oleh pihak kampus. “Kami memiliki berbagai program, mulai dari workshop, seminar, pendampingan riset, hingga kesempatan untuk mempresentasikan karya di berbagai forum akademik nasional dan internasional. Program-program ini dirancang untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi mahasiswa,” jelas Wakil Rektor I.
Dukungan Infrastruktur dan Ekosistem Akademik
Kesuksesan Rino dalam kompetisi inovasi tingkat nasional tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan ekosistem akademik yang kondusif di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kampus memiliki fasilitas laboratorium modern, perpustakaan digital yang lengkap, serta pusat inovasi dan riset yang aktif mendukung kegiatan pengembangan proyek mahasiswa.
Kepala Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, S.Kom., M.IT., menceritakan bagaimana proses pengembangan proyek Rino mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak di kampus. “Rino memiliki akses penuh ke laboratorium komputer, server penelitian, dan berbagai tools pengembangan software yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem SmartAgri-nya. Selain itu, dosen pembimbingnya juga memberikan waktu dan perhatian yang intensif untuk membimbing setiap tahap pengembangan proyek,” ungkap Dr. Bambang.
Lebih lanjut, Dr. Bambang menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah membentuk Tim Inovasi Mahasiswa yang bertugas mengidentifikasi, membina, dan mendampingi mahasiswa-mahasiswa berbakat dalam mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Tim ini bekerja sama dengan dosen-dosen dari berbagai program studi untuk memberikan mentoring dan guidance yang komprehensif.
“Tim Inovasi Mahasiswa kami telah berhasil membantu beberapa mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional. Prestasi Rino adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi bersama. Kami bangga dapat berkontribusi dalam mengembangkan talenta-talenta muda berbakat ini,” ujar Dr. Bambang dengan semangat.
Dampak Bagi Pengembangan Pertanian Lokal
Selain aspek prestasi akademik, proyek SmartAgri yang dikembangkan Rino juga memiliki dampak signifikan bagi pengembangan pertanian di daerah lokal, khususnya Sulawesi Tenggara. Sistem ini telah diuji coba di beberapa desa di Kabupaten Kendari dengan hasil yang sangat memuaskan.
Kepala Desa Wanggu, salah satu lokasi uji coba sistem SmartAgri, bernama Bapak Syahroni, S.H., menyatakan bahwa sistem ini telah membantu petani di desanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. “Sebelum menggunakan sistem SmartAgri, petani kami sering mengalami kerugian karena ketidakpastian dalam memperkirakan cuaca dan kondisi tanah. Dengan sistem ini, mereka sekarang dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam mengelola lahan pertanian mereka,” kata Bapak Syahroni.
Lebih lanjut, Bapak Syahroni menambahkan bahwa implementasi sistem SmartAgri di desa Wanggu telah menarik perhatian pihak pemerintah daerah. “Pemerintah Kabupaten Kendari menunjukkan minat yang tinggi untuk mengembangkan dan memperluas penggunaan sistem ini ke desa-desa lain. Kami yakin bahwa inovasi ini dapat menjadi katalis untuk transformasi pertanian di Sulawesi Tenggara,” ujarnya dengan optimis.
Rencana Pengembangan Lanjutan
Seiring dengan pencapaian prestasi internasionalnya, Rino juga memiliki rencana pengembangan lanjutan untuk sistem SmartAgri. Dia bermaksud untuk melakukan scaling up dan mengintegrasikan berbagai fitur tambahan yang dirasa dibutuhkan oleh petani-petani lokal.
“Saya ingin membuat sistem SmartAgri menjadi lebih user-friendly sehingga petani dengan latar belakang pendidikan yang beragam dapat menggunakannya dengan mudah. Selain itu, saya juga ingin menambahkan fitur untuk market analysis dan supply chain management sehingga petani tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat memaksimalkan keuntungan dari hasil panen mereka,” jelas Rino mengenai rencana pengembangannya.
Rino juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan riset lebih lanjut tentang adopsi teknologi di kalangan petani dan bagaimana cara terbaik untuk mengkomunikasikan manfaat teknologi ini kepada target pengguna. “Kami berencana untuk melakukan studi etnografi di beberapa desa untuk memahami lebih dalam tentang karakteristik petani lokal, tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara terbaik untuk memperkenalkan teknologi baru ini kepada mereka,” tambahnya.
Motivasi untuk Mahasiswa Lainnya
Prestasi Rino diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Kepala Program Studi Teknik Informatika, Dr. Ir. Sulaiman Hasim, M.Sc., menyatakan bahwa prestasi Rino menunjukkan potensi besar dari program studi yang dia pimpin.
“Kami memiliki mahasiswa-mahasiswa berbakat lainnya yang juga sedang mengembangkan proyek-proyek inovatif mereka. Prestasi Rino adalah bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, mereka dapat mencapai hal-hal yang luar biasa. Kami akan terus mendorong dan mendukung mahasiswa-mahasiswa kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Dr. Sulaiman.
Dr. Sulaiman menambahkan bahwa program studi Teknik Informatika telah mengintegrasikan nilai-nilai inovasi dan entrepreneurship dalam kurikulum mereka. “Mahasiswa kami tidak hanya belajar tentang teori dan praktik programming, tetapi juga diajarkan tentang cara mengidentifikasi masalah di masyarakat, merancang solusi teknologi yang tepat, dan mengkomunikasikan ide mereka dengan baik. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten di bidang teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelasnya.
Penutup
Prestasi Rino Pratama Wijaya di Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 merupakan bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkembang dan menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa dengan dukungan institusional yang tepat, infrastruktur yang memadai, dan ekosistem akademik yang kondusif, mahasiswa-mahasiswa dari daerah Sulawesi Tenggara dapat mencapai prestasi yang setara dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di pusat negara.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat dan pembangunan daerah. Universitas Muhammadiyah Kendari juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas penelitian sehingga dapat menghasilkan lebih banyak lulusan-lulusan berbakat yang siap memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
(Penulis: Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari | Narahubung: Rino Pratama Wijaya, Mahasiswa Teknik Informatika UMKDR; Prof. Dr. Ir. Andi Halifah Syaiful, M.Sc., Rektor UMKDR; Dr. Ir. Sulaiman Hasim, M.Sc., Kepala Program Studi Teknik Informatika UMKDR)
—
**[