KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri lokal. Melalui kolaborasi sinergis antara dosen dan mahasiswa, kampus yang berlokasi di pusat Kota Kendari ini berhasil mengembangkan penelitian inovatif yang bertujuan meningkatkan efisiensi industri perikanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut Sulawesi Tenggara.
Penelitian yang dinamis dan berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa universitas lokal mampu berkontribusi signifikan dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi dan ekologis di daerahnya. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus dan alokasi dana penelitian yang memadai, para akademisi Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara teoritis tetapi juga praktis diterapkan oleh pelaku usaha perikanan di kawasan Kendari dan sekitarnya.
Latar Belakang Riset: Mengatasi Tantangan Industri Perikanan
Industri perikanan telah menjadi salah satu sektor ekonomi utama yang menopang kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk laut berkualitas tinggi, para pelaku usaha perikanan dihadapkan pada dilema yang kompleks. Di satu sisi, mereka dituntut meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, namun di sisi lain, tekanan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut semakin menguat.
Permasalahan ini menjadi catatan penting bagi Dr. Muhammad Ridho, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari. Melalui pengamatan mendalam terhadap kondisi industri perikanan lokal, Dr. Ridho melihat adanya gap yang signifikan antara teknologi yang digunakan oleh nelayan dan industri perikanan modern dengan standar internasional. Lebih lanjut, mayoritas alat tangkap dan peralatan pengolahan ikan masih menggunakan metode konvensional yang tidak efisien dan berisiko merusak ekosistem laut.
“Kami memulai riset ini sekitar dua tahun lalu setelah melakukan survei langsung ke beberapa nelayan dan pengusaha perikanan di Kendari. Mereka mengeluhkan tingginya biaya operasional, konsumsi bahan bakar yang tidak efisien, dan metode pengawetan ikan yang belum optimal. Saat itulah kami mulai berpikir, bagaimana teknologi dapat membantu mereka tanpa mengorbankan lingkungan,” ungkap Dr. Muhammad Ridho dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 2 April 2026, di kantor Program Studi Teknik Mesin.
Penelitian Inovatif: Sistem Pendingin Berbasis Energi Terbarukan
Penelitian utama yang menjadi fokus utama adalah pengembangan sistem pendingin perikanan berbasis energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan tenaga angin. Sistem ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri perikanan lokal dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan iklim Sulawesi Tenggara yang tropis.
Tim peneliti terdiri dari lima dosen senior dan 15 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Manajemen Sumber Daya Perairan. Mereka bekerja sama dalam sebuah lab khusus yang disediakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari di Gedung Penelitian dan Pengembangan kampus.
Salah satu mahasiswa yang terlibat aktif dalam penelitian ini adalah Muhammad Alfian Saputra, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Mesin. Alfian, yang berasal dari Baubau, telah menghabiskan lebih dari 1.200 jam untuk riset ini selama enam bulan terakhir. Dedikasi tingginya terhadap proyek ini tidak hanya bertujuan melengkapi tugas akhir kuliah, tetapi juga karena keyakinan bahwa inovasi ini dapat benar-benar mengubah cara kerja para nelayan di daerahnya.
“Awalnya saya pikir proyek ini terlalu ambisius, terutama mengingat keterbatasan sumber daya yang kami miliki. Namun, dorongan dari dosen pembimbing dan tim saya membuat saya terus semangat. Kami telah berhasil membuat prototipe pertama sistem pendingin yang menggunakan panel surya dan dapat mengurangi konsumsi energi hingga 60 persen dibanding metode konvensional,” jelas Alfian dengan antusias ketika diwawancarai di lab penelitian pada Selasa, 1 April 2026.
Teknologi yang dikembangkan ini dilengkapi dengan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengguna memantau suhu dan kondisi penyimpanan ikan dari jarak jauh melalui aplikasi mobile. Fitur ini sangat penting mengingat kualitas ikan yang disimpan sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan waktu penyimpanan.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Kesuksesan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. H. Jamaluddin M., M.Pd., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan bahwa penelitian inovatif semacam ini merupakan prioritas utama institusi dalam meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk tidak hanya menjadi institusi penghasil lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial Sulawesi Tenggara. Penelitian dosen dan mahasiswa kami yang berfokus pada solusi nyata untuk masalah lokal adalah wujud komitmen tersebut,” kata Prof. Jamaluddin dalam rapat koordinasi tahunan yang diselenggarakan pada Senin, 31 Maret 2026.
Prof. Jamaluddin juga menambahkan bahwa universitas telah mengalokasikan dana penelitian sebesar Rp 500 juta untuk tahun akademik 2025-2026, dengan porsi signifikan diberikan kepada proyek-proyek yang menunjukkan potensi komersialisasi tinggi dan dampak sosial luas.
“Kami percaya bahwa riset akademis harus mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Oleh karena itu, kami tidak hanya mendukung dari aspek pendanaan, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi dengan industri dan pemangku kepentingan lokal,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Industri dan Masyarakat
Salah satu aspek paling menarik dari penelitian ini adalah keterlibatan langsung dari komunitas nelayan dan pengusaha perikanan lokal. Tim peneliti telah melakukan uji coba prototipe sistem pendingin di tiga lokasi berbeda: Pelabuhan Perikanan Nusantara Kendari, Sentra Pengolahan Ikan di Kelurahan Kendari Barat, dan sebuah perusahaan pengolahan ikan skala menengah di Kecamatan Baruga.
Andi Mahmud, seorang pengusaha perikanan yang menjadi mitra penelitian, menyatakan kepuasan atas perkembangan teknologi ini. Menurutnya, sistem pendingin berbasis energi terbarukan ini membuka peluang baru bagi pengusaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kualitas produk mereka tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang sangat besar.
“Sebelumnya, kami sangat tergantung pada listrik PLN yang harganya mahal dan sering mati. Sistem ini memberikan solusi yang sangat dibutuhkan. Dalam uji coba tiga bulan terakhir, kami berhasil menurunkan biaya operasional cold storage kami hingga 50 persen, sementara kualitas ikan yang kami simpan malah meningkat karena pengaturan suhu yang lebih stabil,” ujar Andi Mahmud dengan penuh optimisme saat ditemui di fasilitas produksinya pada Kamis, 2 April 2026.
Kolaborasi ini juga melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Dinas, Ir. Syaiful Bahri, M.Si., telah memberikan rekomendasi positif untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam program pengembangan usaha kelautan dan perikanan tingkat provinsi.
Dampak Jangka Panjang dan Rencana Pengembangan
Penelitian yang masih berlangsung ini diperkirakan akan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi komunitas nelayan dan pengusaha perikanan Sulawesi Tenggara. Tidak hanya dari aspek ekonomi, penelitian ini juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan laut melalui pengurangan jejak karbon dan efisiensi penggunaan energi.
Dr. Siti Nurhaliza, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan yang juga terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan aspek keberlanjutan lingkungan dari inovasi ini.
“Sistem pendingin konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil tidak hanya mahal tetapi juga berkontribusi pada emisi karbon yang merusak lingkungan. Sistem berbasis energi terbarukan yang kami kembangkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 75 persen dibanding sistem konvensional. Ini sangat penting mengingat laut adalah sumber daya yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” jelas Dr. Siti Nurhaliza.
Tim peneliti juga sedang mempersiapkan fase pengembangan berikutnya, yaitu menciptakan versi komersial yang dapat diproduksi secara massal. Untuk itu, mereka sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa industri manufaktur lokal dan nasional untuk kerjasama produksi dan distribusi.
Rencana ambisius lainnya adalah mengajukan hak paten untuk teknologi ini kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Indonesia. Hal ini tidak hanya akan melindungi hak intelektual universitas, tetapi juga membuka peluang untuk lisensi teknologi dan pendapatan jangka panjang yang dapat dialokasikan untuk penelitian lebih lanjut.
Penutup: Masa Depan Cerah untuk Inovasi Kampus
Perjalanan penelitian inovatif yang dilakukan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan lokal memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial daerahnya. Dengan kombinasi dedikasi akademis, dukungan infrastruktur yang memadai, dan kolaborasi strategis dengan industri dan masyarakat, kampus ini telah membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari universitas-universitas besar di kota-kota besar.
Kesuksesan proyek sistem pendingin berbasis energi terbarukan ini diharapkan menjadi katalis untuk mendorong lebih banyak penelitian inovatif lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan visi yang jelas untuk menjadi pusat inovasi teknologi berkelanjutan bagi Sulawesi Tenggara, kampus ini terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Saat ini, hasil penelitian telah menarik perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari media massa nasional hingga akademisi dari universitas lain. Ini membuktikan bahwa kualitas penelitian yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang dapat diakui secara luas.
Sebagai penutup, Prof. Jamaluddin kembali menekankan komitmen universitas: “Kami akan terus mendorong kultur penelitian yang kuat di antara dosen dan mahasiswa. Karena kami percaya, inovasi adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.”
Dengan momentum positif ini, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan penelitian-penelitian inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat, membuktikan bahwa kampus regional mampu bersaing dan berkontribusi signifikan dalam ekosistem inovasi Indonesia.
—
Artikel ini ditulis oleh Unit Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 3 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penelitian dan inovasi di Universitas Muhammadiyah Kendari, dapat menghubungi Kantor Humas Kampus atau mengunjungi www.umkendari.ac.id